Profil Usaha Alumni

Sarjito: Alumni kelautan yang Sukses di Bidang Lain

22:50, 18 April 2014 | Dibaca 1967 kali

Dari dulu saya selalu bangga menjadi Anak Kelautan Undip,“ kata alumni tahun 1993 ini. Alumnus yang memiliki nama lengkap  Sarjito dengan panggilan akrab om Jito. Pria kelahiran Sragen,  26 Maret 1968 ini merupakan mahasiswa angkatan pertama Ilmu Kelautan Undip. Saat ini  beliau menekuni usaha di bidang perdagangan, perkebunan dan jasa.  Setelah menyelesaikan kuliahnya, beliau bekerja di beberapa perusahaan. Diawal kariernya beliau bekerja di PT Dipasena Citra Darmaja hingga tahun 1999 dengan jabatan terakhir sebagai Kepala Divisi Blok Pelatihan Departemen Sumber Daya Manusia. Kemudian pada tahun yang sama beliau pindah ke PT Birulaut Khatulistiwa dan bekerja selama 4 tahun dengan jabatan terakhir sebagai Manajer Departemen Pusat Produksi Nauplii (CNPD). Entah kenapa beliau pindah bekerja lagi pada tahun 2003 ke PT Surya Indah Teguh Abadi dengan jabatan terakhir sebagai Manajer Unit Produksi Tuban di perusahaan tersebut.

 

Seakan tidak puas pencapaian saat menjadi karyawan di beberapa perusahaan. Pada tahun 2004 beliau memutuskan untuk keluar dari tempatnya bekerja dan memulai usaha. Usaha pertama yang beliau rintis adalah Usaha Sawmill dan Penjualan kayu bangunan di Sragen. Homebase produksinya berada di lereng GunungLawu tepatnya di Jenawi Kab Karang anyar.  Usaha pertamanya ini hanya mampu bertahan selama dua tahun saja. Karena merasa tidak cocok dan tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan maka usaha tersebut dihentikan untuk mengurangi dan menutup kerugian yang lebih besar. Tidak menyerah dengan kegagalan yang dialaminya om Jito mulai merintis usaha kembali pada akhir 2005. Kali ini om Jito mencoba peruntungannya di sektor perdagangan di Lampung, yaitu menjual sembilan bahan pokok, peralatan listrik dan elektronik. Hampir dua tahun menggeluti sektor perdagangan, om Jito melebarkan sayap bersama kelima rekannya mendirikan PT. Global Agro Prima. Tetapi pada tahun berikutnya PT ini tidak dilanjutkan, dan ini lah kegagalan kedua yang dialami om Jito setelah kegagalan pada usaha pertamanya.

 

“Kegagalan adalah awal dari sebuah kesuksesan” mungkin kata-kata ini yang membuat om Jito ingin terus mencoba usahanya lagi dan lagi.  Dan akhirnya beliau bangkit dengan cepat dari kegagalan keduanya ini. Buktinya pada tahun yang sama saat keadaan mulai mereda pasca kegagalan itu beliau malah memulai bidang usaha yang belum pernah dicobanya yaitu bidang perkebunan. Usahanya ini berada di Wono Agung Kec. Rawajitu Selatan Kab. Tulang Bawang, Lampung   sekitar 10 km dari bekas kawasan Pertambakan Terpadu PT Dipasena Citra Darmaja. Nama usahanya ini adalah Wono Agung Lautan Hijau, yang memiliki arti Wono agung adalah nama tempat usaha, lautan berasal dari kelautan sebagai alumni kelautan, hijau artinya subur. Jadi harapannya adalah usaha alumni kelautan yang tumbuh subur di Wono agung (tetep ada unsur kelautannya ya...). Impian Om Jito adalah menjadikan sektor perkebunan sebagai bidang usaha utama. Konsep yang diimpikannya adalah Agro Edukasi.  Dasar pertimbangannya adalah bidang usaha ini resikonya kecil dan aset cenderung tidak berkurang, dan ingin bertani sambil penelitian. Pada bulan Awal April 2014 kemarin sudah mulai dilakukan Land Clearing tahap 2 dan diharapkan bulan Agustus dimulai pencetakan sawah dan penanaman tanaman keras.

 

Seiring berjalannya waktu melihat transaksi keuangan yang besar dan layanan bank kurang. Maka om Jito mencoba usaha Layanan Pengiriman Keuangan pada tahun 2011 dan usaha ini cukup lumayan. Usaha terakhir yang beliau coba adalah instalasi listrik. Hingga bulan April 2014 ini sudah dikerjakan lebih dari 1000 instalasi rumah dan diharapkan pertengahan tahun 2014 dapat tergarap 2 desa berikutnya. Ketika ditanya keuntungan yang diperolehnya dalam menjalankan berbagai usahanya ini. Om Jito menjawab “Kalo sekarang belum dapat dikatakan untung, karena hasil keuntungan masih digunakan untuk menambah modal usaha.”

 

Kesuksesan om Jito saat ini tidak lepas dari peran sang istri yang selalu menemaninya disaat susah maupun senang. Peran orang-orang disekitar beliau yang membantunya dalam menjalankan berbagai usahanya. Dan juga ilmu yang didapat dari semua Bapak/ Ibu Staf Pengajar Ilmu Kelautan UNDIP. “Bekal  Ilmu  Kelautan yang saya dapat, saya gunakan dalam membina 200 petambak lebih saat saya menjadi karyawan PT Dipasena Citra Darmaja. Serta  kemampuan analisa dan manajemen sehingga sekarang saya  bisa mandiri dan hidup ditengah masyarakat.”  tambah om Jito. Saat disinggung aktivitasnya dalam menjalankan usahanya, beliau menjawab “Saya dibantu teman-teman disekitar jadi sekarang tinggal melihat saja hehe...”

 

 

Melihat keberhasilan salah satu alumni kita ini. Kita dapat mencontoh sikap pantang menyerah dan melakukan segala pekerjaan dengan maksimal. Beliau membuktikan pada kita terutama pada dirinya sendiri bahwa beliau mampu mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan bidang ilmu yang dipelajari. Walaupun pada saat itu (1987) sebagai disiplin ilmu baru tentunya susah mendapat pekerjaan sesuai bidang ilmu. Pesan om Jito kepada para mahasiswa kelautan. Dalam hal pekerjaan sebagai  Pegawai, karyawan maupun sebagai wirausahawan adalah satu pilihan dan semua bagus. Selama bisa menekuni dan menjalaninya dengan baik. “Saat saya sebagai karyawan, saya bisa bekerja dengan baik dan beberapa kali mendapat promosi jabatan. Selama menjadi wirausahawan pikiran adem, tenang dan badan tambah gemuk hehe...”cerita beliau. Dan satu lagi pesan beliau yang seakan membuka mata hati dan pikiran saya adalah saat beliau mengatakan  “Pilih PNS, karyawan atau wirausahawan???... 12tahun saya jadi karyawan hanya punya rumah dan sepetak tanah, 4 tahun saya jadi wirausaha bisa beli mobil dan tanah lebih dari 10 hektar... BUKAN BERMAKSUD PAMER  tetapi mengajak adik-adik semua untuk mengkaji lebih jauh. Karena saya sudah mengalami semuanya...”

 

Di akhir wawancara dengan Om Jito, beliau mengucapkan Terima Kasih Kepada Bp Sahala Hutabarat, Bp Priyadi Sudarsono, Bp. Agus Hartoko beserta Ibu Ian (Ibu Delianis P),Bp Yusuf Supriyanto, Bu Retno dan semua Bapak/Ibu Staf Pengajar Ilmu Kelautan, atas Ilmunya yang sudah diberikan, bimbingan dan didikannya..  Semoga semua apa yang sudah Bapak dan Ibu berikan dapat menjadi amal kebaikan Bapak dan Ibu.. amin.”

 

SARJITO_S101870013 mahasiswa ke 13 alumnus ke 13  Maret 1993. (DEN)