Profil Alumni

Isni Martono : Pengusaha yang Mampu Merubah Tantangan Jadi Peluang

11:58, 09 Desember 2013 | Dibaca 1947 kali

Isni Martono : Alumni yang selalu belajar untuk merubah tantangan jadi peluang

“Jangan Mimpi Siap Kerja Setelah Lulus Kuliah”

 

Masa Kuliah

"Saya masuk ke ITK tahun 1989 dan wisuda pada Bulan April 1994  dengan judul skripsi “Distribusi dan Penyebaran Udang Laut Dalam di Perairan Kai dan Tanimbar”  "  tutur Isni diawal cerita ini.

Sebagai mahasiswa angkatan ke-3 saat semua mahasiswa ITK tidak lepas dari isu-isu yang berkembang saat itu antara lain : apa bedanya jurusan ITK dan Perikanan, kalau lulus nanti mau kerja apa, apa gelar kesarjanaan dari ITK. Menurut pengamatan saya isu-isu tersebut  menyebabkan kontra produktif terhadap proses belajar kami sehingga menurut pengamatan saya banyak teman-teman yang “malas” lulus karena  ketidaktahuan kami setelah lulus nanti mau kerja apa dan dimana.

Untung waktu itu saya punya dosen wali yang cukup care, yaitu Pak Wisnu Wudyatmoko (alm). Secara pribadi Beliau bicara ke saya “ Kamu jangan ikutan malas lulus, kamu lebih baik cepet lulus, jangan berfikir dulu nanti kerja apa, tugasmu sekarang belajar dan lulus, titik”.  Nasehat tersebut cukup ampuh memotivasi saya untuk secepatnya lulus. Bulan Desember  1993 . Saya termasuk salah satu dari tiga lulusan pertama angkatan 1989. Pada saat wisuda di Teluk Awur, sekali lagi Pak Wisnu memberi nasehat ke saya “ Sekarang waktunya kamu berfikir mencari pekerjaan, gunakan kemampuan logika berfikirmu, ini awal dari hidupmu”.

Benar juga, setelah lulus saya kebingungan mencari pekerjaan, tidak ada lowongan yang mencari lulusan kelautan baik itu instansi pemerintah maupun swasta. Kalaupun ada, yang dicari lulusan perikanan.  Pernah ada instansi pemerintah yang membuka lowongan Sarjana Biologi Laut, sebagai sarjana kelautan yang mempelajari Biologi Laut maka saya memasukkan lamaran. Ternyata lamaran saya ditolak panitia seleksi karena saya Sarjana Teknik Kekautan (gelarnya kan ST…..).

Pengalaman tersebut cukup membekas bagi saya untuk tidak lagi melamar sebagai pegawai negeri.  Kemudian saya cari lowongan melalui Koran. Ratusan surat lamaran saya masukkan ke berbagai perusahaan swasta . Banyak lamaran saya ditindaklanjuti dan hamper semuanya untuk posisi Salesman dan Management Tranee.

 

 

Pengalaman Kerja

Pada bulan Nopember 1994, saya diterima di Perusahaan Farmasi sebagai Medical Representatif (Detailer). Pekerjaan ini saya tekuni dan ternyata karier saya terus berkembang di dibidang marketing. Posisi Manager saya dapatkan pata tahun 1997 sebagai Store Manager Hero Pasar Swalayan.  Selanjutnya karier saya tidak lepas dari bidang sales & marketing, antara lain Continent Hypermarket, Carrefour Hypermarket, Club Store Hypermarket, Agis Elektronik Superstore dan terakhir di Columbia cash & Credit.

Jatuh Bangun sebagai Wiraswastawan

Pada awal tahun 2008, saya memutuskan untuk keluar dari pekerjaan dan membuka usaha sendiri bersama beberapa teman. Karier bagus pada saat bekerja tidak menjamin kesuksesan pada saat usaha sendiri walaupun di bidang yang sama. Akhir tahun 2009 usaha saya bangkrut. Awal tahun 2010 saya bekerja kembali di perusahaan tongkang yang melayani transportasi batubara di Samarinda.  Pertengahan tahun 2011 memutuskan untuk membentuk perusahaan sendiri  dengan bidang usaha sebagai operator kapal tongkang yang melayani pengangkutan batubara dan nikel. Awal tahun 2012 melebarkan sayap usaha dibidang  distribusi mesin pertanian.

Keberhasilan usaha saya ini tidak terlepas dari perjalanan hidup saya sebelumnya. Proses belajar lebih banyak saya dapatkan setelah lulus kuliah. Membangun relasi yang luas sangat bermanfaat dalam pekerjaan. Keberhasilan dalam bekerja dan berwirausaha tidak lepas dari kerja keras, karakter yang baik dan relasi.

 

Harapan Penulis

Saya berharap penggalan singkat profil saya ini dapat menjadi inspirasi  bagi adik-adik mahasiswa kelautan Undip. Yang bisa digaris bawahi dari profil singkat saya ini antara lain :

  1. Kuliah adalah tempat untuk belajar mengembangkan logika berpikir sistematis sebagai bekal dalam bekerja nantinya di bidang apapun.
  2. Jangan takut menekuni bidang lain yang berbeda dengan ilmu dasar yang kita miliki.
  3. Belajar tidak hanya dilakukan di kampus tetapi lebih banyak dilakukan setelah keluar dari kampus.
  4. Pada saat kita menjadi karyawan, segeralah berfikir untuk menjadi wirausaha/pengusaha, jika perlu setelah lulus kuliah langsung menetapkan pilihan menjadi wirausaha.
  5. Penghasilan sebagai karyawan bisa diukur  tetapi penghasilan sebagai pengusaha tiada batasnya.

Dalam kesempatan ini saya ingin mengucapkan terima kasih kepada almarhum Pak Wisnu Widjatmoko yang sudah memotivasi saya untuk cepet lulus dan memberi arahan awal saya setelah lulus kuliah.  

 

Cerita ini dituturkan langsung oleh Sdr. Isni Martono ITK’89