Nostalgia

Tutus Wijanarko 08 : Alumni dengan Masa Tunggu Kerja 2 Hari

01:41, 17 Desember 2013 | Dibaca 853 kali

Tutus Wijanarko IK'08 : Alumni dengan Masa Tunggu Kerja 2 Hari

 

"Diterima kerja hanya dua hari setelah wisuda di Ilmu kelautan ? Hebat sekali" penasaran Cia membuka tanya ketika memulai menulis profil.    ”Tutus orangnya yang kayak apa sih ?” lanjutnya.

 

Tutus, lelaki hitam manis yang lahir di Semarang 5 Februari 1990 memang tak begitu mencolok diantara teman-teman mahasiswanya. Perawakan mahasiswa IK’08 itu tergolong kecil dan tingkahnyapun tidak neko-neko membuat dia tidak begitu “eye cathing”, setidaknya itu dalam pandangan Edditta, salah seorang penulis artikel ini.

 

Tapi kalau kita melihat lebih dekat kriprahnya di UKK (Unit kegiatan kemahasiswaan), Tutus merupakan sosok yang super. HMIK (Himpunan Mahasiswa Ilmu Kelautan), KESEMAT (kelompok Studi Ekosistem Mangrove Teluk Awur), dan MDC (Marine Diving Club) merupakan wahana penempaan dirinya untuk menjadi manusia super. Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa Ilmu Kelautan (HMIK) yang dia jalani pada periode 2010-2011 adalah salah satu bukti keseriusannya dalam berorganisasi.

 

Di KeSEMaT aktivitasnya juga tergolong super. Di UUK yang sudah mendunia ini, Tutus dipercaya sebagai Tenaga Penyuluh Mangrove: Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Jawa Tengah pada periode 2009-2010. Kinerja yang super mengantarkannya menjadi MENPORSI (Menteri Pengembangan Organisasi) Kelompok Studi Mangrove Teluk Awur (KeSEMaT).

 

Pada periode 2010-2011, Tutus menjabat sebagai Staff Ahli Divisi Divisi Litbang (Penelitian dan Pengembangan) di MDC. Berkat ketekunan dan dedikasinya, pada periode 2011-2012, UKK dengan reputasi Internasional ini mempercayakan salah satu posisi penting yaitu Kordinator Divisi Litbang kepadanya. Tidak mudah mendapatkan posisi strategis tersebut di MDC mengingat berat beban dan strategisnya posisi tersebut.

 

Kegiatan di UKK yang sedemikian padat tak membuatnya merasa cukup dalam menimba ilmu dan mengasah kemampuan. Berbagai kegiatan seperti Workshop, Seminar, dan Pelatihan ia jalani demi menambah skill. Alhasil, WWF mempercayakan dia sebagai Tenaga Ahli dan Survei semasa dia masih kuliah. Sebagai mahasiswa dengan segudang aktivitas yang dijalani dengan penuh dedikasi, bukanlah hal yang mudah. Kerja ekstra, kemampuan membagi waktu, dana dan tenaga adalah basic skill yang harus dia kuasai. Kemampuan mengontrol emosi dan motivasi diri adalah hal yang tak kalah pentingnya untuk dapat tetap cair baik dalam pergaulan maupun dalam melaksanakan kegiatan di organisai, project dan perkuliahan.

 

Buah perjuangan yang panjang dan kinerja yang super membuat para punggawa di WWF terpesona, sehingga dia resmi direkrut WWF hanya 2 hari pasca kelulusannya. Manjadi bagian dari WWF adalah hadiah yang pantas bagi dia yang berprinsip hidup : optimis, berinisiatif, kreatif, mau belajar, berjiwa petualang, memiliki komitmen dan motivasi yang tinggi, memiliki kemampuan manajerial, kepemimpinan dan hubungan antar tim yang baik, disiplin, serta bekerja keras.

 

Selamat dan terima kasih, mas Tutus, langkahmu menginspirasi kami untuk bekerja lebih keras dalam mewujudkan impian, cita dan cinta.

 

It’s wow kan? So, buat loe loe yang pengen sukses, ayo ikuti jejaknya, tentu dengan segala konsekuesinya Bro !!!

 

(EHD, Cia, AT)