Artikel

Sargassum Cristaefolium Budhy Wiyasih 26020113120039

19:11, 17 Desember 2014 | Dibaca 1143 kali

Sargassum Cristaefolium

( Budhy Wiyarsih 26020113120039 )

  1. PENDAHULUAN

Indonesia mempunyai perairan laut yang lebih luas dari pada daratan, oleh karena itu Indonesia di kenal sebagai negara maritim. Perairan laut Indonesia kaya akan berbagai biota laut baik flora maupun fauna. Demikian luas serta keragaman jasad– jasad hidup di dalam yang kesemuanya membentuk dinamika kehidupan di laut yang saling berkesinambungan.
Pada tahun belakangan ini, perhatian terhadap biota laut semakin meningkat dengan munculnya kesadaran dan minat setiap lapisan masyarakat akan pentingnya lautan. Laut sebagai penyedia sumber daya alam yang produktif baik sebagai sumber pangan, tambang mineral, dan energi, media komunikasi maupun kawasan rekreasi atau pariwisata. Karena itu wilayah pesisir dan lautan merupakan tumpuan harapan manusia dalam pemenuhan kebutuhan di masa dating.

Rumput laut merupakan salah satu komoditas perikanan yang cukup penting baik sebagai sumber pendapatan keluarga nelayan atau petani ikan, sumber bahan makanan, penyerapan tenaga kerja, maupun sebagai sumber devisa Negara. Pemeliharaan rumput laut di indonesia pada dasarnya masih mengikuti prinsip-prinsip yang paling sederhana dalam terminologi teknologi budidaya (tidak dilakukan pemupukan,pengendalian hama dan penyakit secara aktif, penggunaan bibit terseleksi). Keberhasilan dalam budidaya (pemeliharaan) sebagaian besar faktornya masih dikontrol oleh pengaruh alam.

Rumput laut sargassum telah lama dimanfaatkan sebagai bahan makanan dan obat. Sebagai sumber gisi, rumput laut  memiliki kandungan karbohidrat (gula atau vegetable-gum), protein, sedikit lemak, dan abu yang sebagian besar merupakan senyawa garam natrium dan kalium. Selain itu, rumput laut juga mengandung vitamin-vitamin, seperti A, B1, B2, B6, B12, dan C; betakaroten; serta mineral, seprti kalium, kalsium, fosfor, natrium, zat besi, dan yodium.

  1. ISI
  • Kingdom              : Plantae
  • Divisio                  : Phaeophyta
  • Class                     : Phaeophyceae
  • Ordo                     : Fucales
  • Family                  : Sargassaceae
  • Genus                   : Sargassum
  • Species                 : Sargassum cristaefolium

 

Ciri-ciri :

  • Bentuk thallus umumnya silindris atau gepeng.
  • Cabangnya rimbun menyerupai pohon di darat.
  • Bentuk daun melebar, lonjong atau seperti pedang.
  • Mempunyai gelembung udara (bladder) yang umumnya soliter.
  • Warna thallus umumnya coklat.

 

Sargasum cristaefolium terdapat teramat melimpah mulai dari air surut pada pasang surut setengah ke bawah. Alga ini hidup pada batu atau bongkahan karang dan dapat terbedol dari substratnya selama ombak besar menghanyutkannya ke permukaan laut atau terdampar di bagian atas pantai. Warnanya bermacam-macam dari coklat muda sampai coklat tua. Alat pelekatnya terdiri dari cakram pipih. Dari cakram ini muncul tungkai yang pendek silindrik yang tegak. Dari tangkai yang pendek ini muncul poros-poros silidrik panjang. Masing-masing poros ini dapat mencapai 1 m panjangnya di daerah bawah litoral dimana Sargasum cristaefolium hidup. Pada poros yang silindris dengan diameter 3 mm terdapat bentuk-bentuk seperti daun, kantong udara, dan cabang-cabang perkembangbiakan.

 

Manfaat Sargasum cristaefolium :

Hidrokoloid dari Rumput laut (Karaginan, Agar dan Alginat) sangat diperlukan mengingat fungsinya sebagai gelling agent, stabilizer, emulsifier agent, pensuspesi, pendispersi yang berguna dalam berbagai industri seperti industri makanan, minuman, farmasi dan kosmetik, maupun industri lainnya seperti cat tekstil, film, makanan ternak, keramik, kertas, fotografi dan lain- lain. Bahan alginat, sayuran sop, pemanis agar, bahan obat penyakit kantung kemih, gondok, kosmetik.

Pemanfaatan rumput laut secara tradisional terutama sebagai bahan pangan sebagai campuran kue dan juga sebagai obat. Pemanfaatan rumput laut untuk industrii terutama didasarkan atas kandungan kimia yang terdapat dalam rumput laut terutama alginat, agar-agar, dan karaginan (Nontji, 2007).

Algin adalah bahan yang terkandung dalam alga cokelat yang banyak digunakan dalam industri kosmetika untuk membuat sabun, cream, lotion, shampo. Industri farmasi memerlukannya untuk pembuatan emulsifier, stabilizer, tablet, salep, kapsul dan filter. Beberapa proses industri juga diperlukan sebagai bahan aditive (bahan campuran ) misalnya tekstil, keramik, fotografi, dan peptisida.

Habitat Sargasum cristaefolium :

Rumput laut terdiri dari satu atau banyak sel, berbentuk koloni, hidupnya bersifat bentik di daerah perairan yang dangkal, berpasir, berlumpur atau berpasir dan berlumpur, daerah pasut, jernih dan biasanya menempel pada karang mati, potongan kerang dan subtrat yang keras lainnya. Habitat alga Sargasum cristaefolium tumbuh diperairan pada kedalaman 0,5–10 m, ada arus dan ombak. Pertumbuhan alga ini sebagai makro alga bentik melekat pada substrat dasar perairan. Di daerah tubir tumbuh membentuk rumpun besar, panjang thalli utama mencapai 0,5-3 m dengan untaian cabang thalli terdapat kantong udara (bladder), selalu muncul di permukaan air. Hidup mengambang di permukaan karena mempunyai gelembung-gelembung gas sebagai pelampung. Jenis-jenis Sargasum dan Turbinaria terdapat di daerah tropik dan subtropik.

Tumbuh menempel pada batu di daerah terumbu terutama di bagian pinggir luar rataan terumbu yang sering terkena ombak. Sebaran, pantai Selatan Jawa, Maluku. Dan potensinya belum banyak di manfaatkan (Sulisetjono,  2009:132)

  1. PENUTUP.
                     Rumput laut (seaweed) secara biologi termasuk salah satu anggota alga yang merupakan tumbuhan berklorofil. Rumput laut bagi masyarakat yang tinggal di sekitar pantai bukanlah barang yang baru lagi. Mereka telah mengenal dan memanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai bahan obat tradisional dan bahan makanan. Dengan demikian berarti rumput laut mempunyai suatu bahan yang dapat dimanfaatkan orang untuk kesehatannya. Dan dengan kemajuan teknologi dibidang penelitian rumput laut, maka pemafaatan rumput laut bagi manusia tidak terbatas pada aspek kesehatan, sudah menjalar kesegala bidang.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Sulisetjono. 2009. Bahan serahan Alga. Malang: Fakultas Saintek Jurusan Biologi