Artikel

RAGAM PENGHIAS DASAR LAUT (Dewadaru Riezqi Khan Kusuma Putera, 26020113140101)

23:32, 17 Desember 2014 | Dibaca 3040 kali

1. Defenisi dan Morfologi Rumput laut

Ribuan tahun sebelum masehi (SM), bangsa Cina sudah memanfaatkan rumput laut sebagai makanan sehat dan obat-obatan. Kemudian pada 65 SM, bangsa Romawi mulai menggunakannya untuk bahan kosmetik.

Rumput laut tergolong tanaman berderajat rendah, umumnya tumbuh melekat pada substrat tertentu, tidak mempunyai akar, batang maupun daun sejati, tetapi hanya menyerupai batang yang disebut thallus. Rumput laut tumbuh di alam dengan melekatkan dirinya di karang, lumpur pasir, batu, dan benda keras lainnya. Selain benda mati, rumput laut pun dapat melekat pada tumbuhan lain secara epifitik.(Davidson, 1980)

Secara taksonomi, rumput laut dikelompokkan ke dalam divisio Thallophyta. Berdasarkan kandungan pigmennya, rumput laut dikelompokkan menjadi empat kelas :

1.Rhodophyceae (ganggang merah)

2.Phaeophyceae (ganggang coklat)

3.Chlorophyceae (ganggang hijau)

4.Cyanophyceae (ganggang biru-hijau)

Beberapa jenis rumput laut Indonesia yang bernilai ekonomis dan sejak dulu sudah diperdagangkan yaitu : Eucheuma sp, Hypnea sp, Gracilaria sp, Gelidium sp, dari kelas Rhodophyaceae serta Sargassum sp dari kelas Phaeophyceae.†

Eucheuma sp. dan Hypnea sp. menghasilkan metabolit primer senyawa hidrokoloid yang disebut karaginan (carrageenan).† Gracilaria sp. dan Gelidium sp. menghasilkan metabolit primer senyawa hidrokoloid yang disebut agar. Sementara Sargassum sp. yang menghasilkan metabolit primer senyawa hidrokoloid yang disebut alginat. Rumput laut yang menghasilkan karaginan disebut pula Carraginophyte (karaginofit), penghasil agar disebut agarophyte (agarofit), dan penghasil alginat disebut alginophyte (alginofit).†

A.Deskripsi dan Klasifikasi Sargassum Sp.

Rumput laut jenis Sargassum sp ini umumnya memiliki bentuk thallus silindris atau gepeng. Cabangnya rimbun menyerupai pohon di darat. Bentuk daun melebar, lonjong atau seperti pedang. Mempunyai gelembung udara (bladder) yang umumnya soliter. Warna thallus umumnya coklat . Berikut ini adalah klasifikasi dari Sargassum sp.†

Divisio††††

:

Rhodophyta

Kelas†††††

:

Phaeophycea

Bangsa

:

Fucales

Suku††††

:

Sargassaceae

Marga†††

:

Sargassum

Jenis†

:

Sargassum sp.

Ciri-ciri khusus yang dimiliki oleh Sargassum sp. antara lain thallus pipih, licin, batang utama bulat agak kasar, dan holdfast (bagian yang digunakan untuk melekat) berbentuk cakram. Cabang pertama timbul pada bagian pangkal sekitar 1 cm dari holdfast. Percabangan berselangseling secara teratur. Bentuk daun oval dan memanjang berukuran (40x10) mm. Pinggir daun bergerigi jarang, berombak, dan ujung melengkung atau meruncing. Vesicle (gelembung seperti buah) berbentuk lonjong, ujung meruncing berukuran (7x1,5) mm, dan agak pipih. Rumput laut jenis ini mampu tumbuh pada substrat batu karang di daerah berombak (Othmer, 1986).

B. Deskripsi dan Klasifikasi Turbinaria

Kingdom†††† :

Plantae

Divisi†††††††††††:

Phaeophyta

Kelas†:

Phaeophyceae

Ordo†:

Fucales

Famili†††††††††:

Sargassaceae

Genus†††††††††:

Turbinaria

Spesies††††††††:

Turbinaria ornata

Memiliki struktur thalus agak keras atau kaku, tebal, serta †tubuh yang †tegak.†Perbedaan dengan jenis lainnya, jenis ini memiliki blade †yang umumnya seperti corong dengan pinggir bergerigi. Karakteristik jenis ini adalah pinggir bladeya membentuk bibir dengan bagian tengah blade melengkung ke dalam. Merupakan alga yang hidup pada karang. Rhizoid pada†Turbinaria ornate††akan terlihat menyebar pada permukaan karang di zona intertidal. Dapat hidup dalam kelompok kecil maupun ada dalam kelompok yang penyebarannya sangat luas.†Sebagian besar†berwarna cokelat kekuningan sampai cokelat tua dengan bintik-bintik cokelat tua.

Penyebaran†Turbenaria ornata

Turbinaria†sp merupakan alga tropis yang menyebar hampir di seluruh perairan tropis termasuk pula Indonesia dan Maluku pada khususnya. Di Indonesia,†Turbinaria ornata†menyebar pada beberapa daerah seperti di perairan sekitar Kepulauan Riau, Lampung, Jawa Selatan, Madura, Bali, NTB, NTT, Sulawesi dan beberapa pulau di Maluku. Awalnya orang hanya memnafaatkan†Turbinaria ornata†sebagai bahan makanan yakni sebagai sayur-sayuran dalam kehidupan sesehari.

Di Maluku†Turbinaria ornata†di temukan pada beberapa lokasi antara lain di Maluku Tenggara Barat (Kecamatan Selaru, Kecamatan Wermaktian, Kecamatan Tanimbar Utara, dll), Pulau Osi-Kabupaten Seram Bagian Barat, di Desa Hutumuri, dan† beberapa daerah lainnya.

C. Deskripsi dan Klasifikasi Gelidiumsp.

Tumbuh baik pada daerah eulittoral dan sublittoral. Biasanya,Gelidium sp. Dapatditemukan pada kedalaman laut 2-20 m (McHugh 2003).Habitat dan sebaran Gelidiumdi Indonesia pada umumnya di perairan pantaiberbatu dan terbuka yang kebanyakan di daerah pantai Samudera India. Sebanyak empat puluh jenis Gelidiumdikenal dari berbagai negara dan delapan jenisdiantaranya terdapat di perairan Indonesia, yaitu Gelidium latifolium, G. rigidium,G. cartilageneum, G. corneum, G. crinale, G. cologlossum, G. pussilum, danG.panosum. Gelidiumdi Indonesia dikenal sebagai kades dan intip kembang karang(di Jawa Barat), bulung merak dan bulung ayam (di Bali), dan sayur laut (Ambon)(Kadi dan Atmadja 1988). Klasifikasi Gelidium sp. menurut Armisen dalamPhillips dan Williams (2002) adalah sebagai berikut :

Phylum† : Rhodophyta

Class† : Rhodophyceae

Order† : Gelidiales

Family : Gelidiaceae

Genus : Gelidium

Morfologi Gelidium sp

Pengaruh yang banyak menentukan sebaran Gelidiumadalah macam substrat, kadar garam, ombak, arus, dan pasang surut. Substrat dasar tempatmelekat Gelidium biasanya berupa batu karang mati, gamping dan batu vulkanik.Kisaran kadar garam perairan adalah 13-37 ∆. Gelidiumyang tumbuh di perairanlaut Indonesia adalah jenis-jenis yang cenderung di lingkungan dengan kadargaram tinggi (sekitar 33 ∆) (Kadi dan Atmadja 1988).

D.Deskripsi dan Klasifikasi Eucheuma cottonii sp

Eucheuma cotonii merupakan jenis rumput laut yang banyak dibudidayakan di pulau Seribu. Jenis rumput laut ini dapat dikonsumsi sebagai minuman es rumput laut dan karaginan. Karaginan banyak digunakan pada sediaan makanan, sediaan farmasi dan kosmetik sebagai bahan pembuat gel, pengental atau penstabil (Nehen, 1987). Secara taksonomi rumput laut jenis Eucheuma cottonii dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

Divisio : Rhodophyta

Kelas : Rhodophyceae

Ordo : Gigartinales

Famili : Solieriaceae

Genus : Eucheuma

Spesies : Eucheuma cottonii

(Dawes dalam Kadi dan Atmadja, 1988)

Eucheuma cottonii dapat dibedakan dari thallusnya. Pada Eucheuma cottonii, thallusnya bercabang-cabang berbentuk silindris atau pipih, percabangannya tidak teratur dan kasar (sehingga merupakan lingkaran) karena ditumbuhi oleh nodulla atau spine untuk melindungi gametan. Ujungnya runcing atau tumpul berwarna coklat ungu atau hijau kuning. Spina Eucheuma cottonii tidak teratur menutupi thallus dan cabang-cabangnya. Permukaan licin, cartilaginous, warna hijau, hijau kuning, abau-abu atau merah. Penampakan thallus bervariasi dari bentuk sederhana sampai kompleks (Ditjenkan Budidaya, 2004).

E.Deskripsi dan Klasifikasi Halimeda

Kingdom††††† : Plantae

Divisi††††††††††:†Chlorophyta

Kelas††††††††††:†Chlorophyceae

Bangsa†††††††:†Caulerpales

Suku†††††††††††:†Udoteaceae

Marga†††††††† :†Halimeda

Jenis†††††††††††:†Halimedarenschii

Spesifikasi†

Pertumbuhan thalli tegak kompak dalam satu rumpun†tinggi 8 cm. Percabangan utama dichotomous atau trichotomous. Segment bulat-gepeng atau oval lebar 6 mm, panjang 5 mm, dan Basal segment lebar 7 mm, panjang 5 mm. Holdfast lebar 1 mm, panjang 7 mm, atau lebih berubi dan dilapisi oleh partikel-partikel pasir.

F. Deskripsi dan KlasifikasiGracilaria sp

Gracilaria sp Merupakan rumput laut yang dibudidayakan di muara sungai atau di tambak, meskipun habitat awalnya berasal dari laut. Hal ini terjadi karena tingkat toleransi hidup yang tinggi ampai salinitas 15 per mil (Anggadiredja, dkk. 2006) Gracilaria sp. merupakan bahan mentah untuk pembuatan agar-agar. Di Indonesia, rumput laut marga ini merupakan pemasok bahan baku pabrik agar-agar (Romimohtarto dan Juwana, 2007).

Rumput laut marga gracilaria banyak jenisnya, masing-masing memiliki sifat-sifat morfologi dan anatomi yang berbeda serta dengan nama ilmiah yang berbeda pula, seperti: gracilaria confervoides, gracilaria gigas, gracilaria verucosa, gracilaria lichenoides, gracilaria crasa, gracilaria blodgettii, gracilaria arcuata, gracilaria taenioides, gracilaria eucheumoides, dan banyak lagi. Beberapa ahli menduga bahwa rumput laut marga gracilaria memiliki jenis yang paling banyak dibandingkan dengan marga lainnya (Tim AGP, 2008).

Menurut Anggadiredja,.dkk (2006) klasifikasi Gracilaria adalah sebagai berikut :

Divisio : Rhodophyta

Kelas† : Rhodophyceae

Bangsa : Gigartinales

Suku†† : GracilariaceaeMarga :Gracilaria

Jenis† : Gracilariasp

Menurut Aslan (1993) Gracilaria sp memiliki ciri sebagai berikut:

1.Thalli berbentuk silindris / gepeng dengan percabangan, mulai dari yang sederhana sampai pada yang rumit dan rimbun.

2.Diatas percabangan umumnya bentuk thalli agak mengecil

3.Perbedaan bentuk, struktur dan asal usul pembentukan organ reproduksi sangat penting dalam perbedaan tiap spesies

4.Warna thalli beragam, mulai dari warna hijau-cokelat, merah, pirang, merah-cokelat, dan sebagainya.

5.Substansi thalli menyerupai gel atau lunak seperti tulang rawan†