Artikel

POTENSI BENCANA DAN BAHAYA PANTAI SELATAN JAWA Oleh Darus Hidayat

10:21, 31 Desember 2014 | Dibaca 821 kali

POTENSI BENCANA DAN BAHAYA PANTAI SELATAN JAWA

 

Indonesia adalah suatu negara kepulauan. Dimana Negara ini dipersatukan oleh wilayah lautan dengan luas seluruh wilayah teritorial adalah 8 juta km2, mempunyai panjang garis pantai mencapai 81.000 km, hampir 40 juta orang penduduk tinggal di kawasan pesisir. Luas wilayah perairan mencapai 5,8 juta km2 atau sama dengan 2/3 dari luas wilayah Indonesia, terdiri dari Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) 2,7 juta km2 dan wilayah laut territorial 3,1 juta km2. Luas wilayah perairan Indonesia tersebut telah diakui sebagai Wawasan Nusantara oleh United Nation Convention of The Sea.

Dari luas wilayah Indonesia yang sebagian besar lautan, menyebabkan seluruh pulau dikelilingi oleh laut, begitu juga dengan pulau jawa. Pulau jawa ialah pulau yang terletak antara pulau Bali ke timur dan Pulau Sumatera ke barat, dikelilingi oleh Selat Sunda di barat, Laut Jawa di utara, Selat Madura dan Selat Bali di timur, Samudra Hindia di selatan. Pulau ini terbesar ke-13 dunia dan pulau terpadat di dunia kondisi geografis pulau jawa hampir seluruhnya berasal dari vulkanik. mengandung 38 pegunungan, beberapa dari mereka adalah gunung berapi aktif. Gunung berapi tertinggi di Jawa adalah Gunung Mahameru atau Semeru (3.676 m). Gunung berapi paling aktif di Indonesia juga terletak di pulau ini, yaitu Gunung Merapi (2.968 m).

Pada bagian selatan pulau jawa yaitu samudra lepas samudra Hindia, sedangkan dari timur dan barat laju angin dan arus tidak ada yang menghalangi. Hal ini menyebabkan posisi laut selatan rawan dengan cuaca yang berubah ubah dan menjadi salah satu daerah pantai yang berbahaya bagi kapal maupun penghuninya.

Pantai selatan jawa memiliki morfologi daerah yang landai sehingga arusnya sangat cepat dengan daya Tarik arus balik mencapai 80 kilometer per jam, arus balik itu tidak hanya kuat, tetapi juga mematikan. Daerah yang terkenal sangat berbahaya pada sepanjang pantai selatan yaitu pantai parangtritis yang terletak di Daerah Istimewa Yokyakarta. Dimana pantai ini sering membawa korban menurut syahrul pegawai badan pariwisata Yogyakarta unit IV parangtritis yang tertulis dalam blognya “SYAHRULLAH” menyebutkan bahwa dalam kurun lima tahun terahir mulai dari 2007 sampai 2012 korban tewas mencapai 30 orang.

Dari berita yang di dapat kebanyakan peristiwa yang terjadi di pantai parangtritis yang menyebabkan kematian itu terkesan aneh atau tidak logis, kebanyakan korban terseret di saat arusnya itu tenang. Hal ini membuktikan bahwa parang tritis adalah daerah bertemunya angin dan arus dari barat dan timur, sehingga pada titik tertentu terdapat tumbukan arus yang menghasilkan daerah pantai dengan ombak tidak terlalu besar namun memiliki kekuatan arus balik yang sangat kuat dan sangat tenang. Sedangkan bila seseorang sudah terseret arus tersebut maka kecil kemungkinan akan selamat, karna korban akan panic dan mudah tenggelam.

Selain dari tumbukan arus daya arus balik yang kuat juga bisa terjadi akibat adanya rip current yaitu suatu peristiwa dimana dua arus datang menuju pantai dan berbelok kea rah arus yang satunya, dari hasil pertemuan tersebut maka menimbulkan kekuatan arus balik yang sangat kuat.

Daerah pantai selatan selain berbahaya juga sangat berpotensi bencana alam, seperti tsunami, gempa bumi dan badai atau putting beliung. Bencana alam tersebut kebanyakan disebabkan oleh pergeseran lempeng bumi, semisal tsunami, tsunami terjadi akibat pergeseran lempeng bumi yang menciptakan sebuah celah di dasar laut dan pada saat celah tersebut terisi air maka akan menimbulkan tekanan besar yang membentuk udara yang terperangkap di dalam air membentuk gelombang besar. Dari pergeseran tersebut biasanya juga menyebabkan gempa bumi, pergerakan lempeng lempeng tersebut karena letak atau struktur dari morfologi lautnya yang tersusun dari beberapa lapis lepeng, dan pada dasar laut juga banyak di jumpai gunung berapi, gunung berapi ini memungkinkan adanya pergerakan tanah/permukaan bumi akibat aktifitas magma pada gunung tersebut. Sedangkan potensi badai atau puting beliung bisa kita lihat bahwa pantai selatan adalah tepi dari suatu samudra yang tidak memiliki penghalang arus atau angin dari tengah laut. Hal ini jika terjadi pertemuan angin dari barat dan timur dengan kondisi suhu yang sangat berbeda (panas dan dingin) maka akan bertumbukan dan meyebabkan angina dengan suatu pusaran kuat dan sangat besar atau yang biasa disebut putting beliung, yang mengarah ke daratan, sedangkan daratan yang paling dekat adalah daerah pesisir pantai selatan.

Namun terdapat factor-faktor lain yang menyebabkan daerah pantai selatan jawa sangat berbahaya, yaitu dilihat dari pandangan mistis tentang terdapatnya penunggu atau yang sering disebut Ratu selatan (Nyai Rara Kidul).

Ratu selatan adalah terkenal penunggu pantai selatan terutama daerah DIY, dimana segala bencana dan korban yang hanyut di laut di sebabkan karena adanya Nyai rara kidul. Menurut penduduk sekitar korban yang hanyut tersebut pasti mengenakan pakaian hijau, dari paparan mitos yang beredar bahwa warna hijau adalah warna yang di sukai oleh Nyai rara kidul, maka ia tidak suka bila melihat manusia mengenakan baju dengan warna kesukaannya. Sedangkan untuk bencana yang timbul di sebabkan karena Ratu selatan murka atau marah kepada seseorang pemujanya sehingga datang berbagai bencana alam. Mitos ini masih sangat dipercayai oleh penduduk pulau jawa terutama daerah Yogyakarta, karena memang sering terdapat berbagai hal-hal aneh yang seolah olah menyatakan bahwa mitos tersebut nyata.