Artikel

Misteri Bermuda Triangle Oleh Satrio Baskoro Bayu Aji

19:47, 17 Desember 2014 | Dibaca 826 kali

TUGAS UAS ARTIKEL TEKNOLOGI INFORMASI

MISTERI SEGITIGA BERMUDA

 

            Mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita mendengar tentang nama Segitiga Bermuda. Setelah mendengar nama ini pasti kita berpikir bahwa tempat ini sangat lah erat kaitanya dengan berbau mistis. Bermuda (bahasa inggris : Bermuda triangle), kadang - kadang disebut juga Segitiga Setan adalah sebuah wilayah lautan di Samudra Atlantik seluas 1,5 juta mil² atau 4 juta km² yang membentuk garis Segitiga antara Bermuda, wilayah teritorial Britania Raya sebagai titik di sebelah Utara, Puerto Riko, teritorial Amerika Serikat sebagai titik di sebelah Selatan, dan Miami, negara bagian Florida, Amerika Serikat sebagai titik di sebelah barat. Banyak sejumlah kapal dan pesawat yang dilaporkan hilang tanpa jejak selama berabad-abad di sebuah area segitiga raksasa yang menghubungkan Bermuda, Florida, dan Puerto Rico: Segitiga Bermuda. Christopher Columbus, di masa awal penjelajahannya ke Dunia Baru pada 1492, adalah yang pertama mencatat soal anomali di sekitar segitiga imajiner itu (Hostutler, Li, Clouthier, & Wannous, 2002).  Saat kapal-kapal armadanya, "Nina", "Pinta", dan "Santa Maria" melintas Laut Sargasso, penjelajah Italia itu mengaku kompasnya menjadi tak menentu. Ia juga melihat cahaya aneh di cakrawala pada 11 Oktober 1492, yang hingga kini belum bisa dijelaskan.  Namun, asal-usul legenda Segitiga Bermuda bisa dilacak 16 September 1950, saat wartawan kantor berita  Associated Press,  E. V. W. Jones mencatat apa yang ia deskripsikan sebagai serangkaian kejadian "misterius" hilangnya sejumlah kapal dan pesawat antara perairan Florida dan Bermuda di akhir tahun 1940-an. Jones menyebut sejumlah kejadian, dari hilangnya Penerbangan 19 Angkatan Laut AS, misi latihan 5 bomber torpedo TBM Avenger yang terbang dari Florida pada 5 Desember 1945, juga hilangnya pesawat komersial "Star Tiger" pada 30 Januari 1948 dalam penerbangan dari Azores ke Bermuda. Tak ketinggalan "Star Ariel"yang raib 17 Januari 1949 dalam penerbangan dari Bermuda ke Kingston, Jamaica. “Laut Setan”  telah menjebak nasib 135 orang yang terbang atau berlayar di Atlantik dalam beberapa tahun belakangan," tulis Jones seperti dimuat Bernews.com. "Manusia modern dengan keajaiban mesin tak punya kata kunci untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada mereka yang lenyap, tanpa jejak bersama kapal atau pesawatnya”. 

            Dua tahun kemudian giliran artikel di majalah "Fate" muncul. Penulisnya, George X Sand menceritakan sejumlah insiden misterius hilangnya sejumlah kapal di wilayah tersebut. Penulis, M. K. Jessup juga menyajikan kisah serupa dalam artikel "The Case for The UFO", dirilis tahun 1955 -- yang mengarahkan keterlibatan alien.  Kisah serupa kembali diulang Donald E. Keyhoe dalam "The Flying Saucer Conspiracy"[1955), juga Frank Edwards dalam tulisannya, "Stranger Than Science" [1959]. Hingga akhirnya muncullah Vincent H. Gaddis yang memperkenalkan istilah "Segitiga Bermuda" dalam artikel yang terbit Februari 1964 di Majalah "Argosy", yang berjudul  "The Deadly Bermuda Triangle" -- Segitiga Bermuda yang mematikan.  "Selama dua dekade terakhir, laut misterius di halaman belakang kita telah merenggut hampir 1.000 nyawa," tulis Gaddis. "Angkatan Laut AS, Angkatan Udara dan penyelidik Penjaga mengakui bahwa mereka bingung. Beberapa petunjuk yang ada hanya menambah kemisteriusannya." Disusul tulisan Ivan T. Sanderson, "Invisible Residents" [1970] yang menyebut spekulasi bahwa Segitiga Bermuda adalah bukti adanya peradaban bawah laut yang cerdas dan berteknologi tinggi yang bertanggung jawab atas berbagai fenomena misterius. Makin banyak buku soal itu yang ditulis, dipakai inspirasi sejumlah film.  Spekulasi pun makin liar (Malkus, Tsika, & Ischiropoulos, 2009)


Fakta Ilmiah

'Misteri' Segitiga Bermuda' sekian lama menyandera imaji manusia, bahkan hingga saat ini. Sejumlah orang mencari dan mempertanyakannya ke sumber yang tepat dan terpercaya. Salah satunya, Badan Antariksa Amerika  Serikat (NASA). Seperti dimuat dalam situsnya, NASA membantah spekulasi ada kaitan Segitiga Bermuda dan lubang hitam 'black holes'. "Tidak ada lubang hitam di Segitiga Bermuda. Pada kenyataannya, bahkan tak  ada yang namanya Segitiga Bermuda. Banyaknya kasus kehilangan di wilayah itu konsisten dengan yang terjadi wilayah lainnya," demikian jelas Ilmuwan NASA, Dr Eric Christian Astrobiologis dan ilmuwan senior NASA, David Morrison juga meminta orang-orang penasaran untuk menkaji secara nyata dan fakta. "Bukan fantasi." Lembaga pemerintah Amerika Serikat, National Oceanic and Atmospheric  Administration (NOAA) yang mengurus persoalan lingkungan, di antaranya badai dan tsunami, juga pernah menjelaskan tentang Segitiga Bermuda.  Sekaligus membantah sejumlah spekulasi yang berseliweran. "Seperti mahluk ekstraterresterial yang menculik manusia untuk dijadikan kelinci percobaan, pengaruh Atlantis Yang Hilang, pusaran yang menyedot benda ke dimensi lain, dan ide-ide lain yang tak kalah anehnya." Termasuk, soal rumah iblis atau keberadaan piramida di sana (Shevell, 2004).
            NOAA menyebut, beberapa dugaan didasarkan pada sains, meski tanpa didasari bukti. Namun yang jelas, "Angkatan Laut AS (US Navy) dan penjaga pantai (US Coast Guard) berpendapat bahwa tidak ada penjelasan supranatural untuk berbagai bencana di laut. Pengalaman mereka menunjukkan, kombinasi dari alam dan kesalahan manusia, mengalahkan penjelasan fiksi ilmiah paling terpercaya sekali pun." Lembaga itu menambahkan, laut sejatinya selalu menjadi tempat misterius untuk manusia. Saat cuaca buruk terjadi dan adanya kesalahan manusia, ia bisa menjadi tempat yang sangat mematikan. Ini adalah kenyataan yang terjadi di seluruh dunia.  "Tak ada bukti bahwa kehilangan misterius terjadi dengan frekuensi lebih besar di Segitiga Bermuda dibanding lokasi lain di lautan dunia," NOAA menyimpulkan. (Ein).

 

Sejarah Segitiga Bermuda

            Beberapa orang menelusuri sejarah Segitiga Bermuda kembali ke saat Columbus (Shevell, 2004). Perkiraan berkisar dari sekitar 200 menjadi sekitar 1.000 insiden kapal dan pesawat terbang menghilang dalam 500 tahun terakhir. Howard, seorang ahli Segitiga Bermuda, mengklaim bahwa lebih dari 50 kapal dan 20 pesawat telah turun di Segitiga Bermuda selama abad terakhir itu sendiri. Saat itu pada 1952, ketika penulis George Sand pertama disebutkan tentang segitiga Bermuda di sebuah majalah disebut Takdir.Dalam majalah ini, ia kebanyakan menggambarkan insiden Flight-19 di mana AS angkatan laut pesawat hilang pada tahun 1945. Dia juga disebutkan tentang Sandra kapal yang menghilang pada tahun 1950. Dalam seluruh tahun 1950-an, cerita-cerita dari segitiga Bermuda pada dasarnya telah menyebar dengan mulut ke mulut. setiap kali ada kejadian baru, orang digunakan untuk merujuk ke daerah oleh Bermuda segitiga. Pada tahun 1960-an meskipun, diperoleh nama Segitiga Mematikan. Pada tahun 1962, penulis Dale Titler dalam bukunya The Wings of Mystery mulai memperkenalkan konsep seperti fenomena elektromagnetik dan semacamnya. Ini adalah buku yang benar-benar mulai untuk memicu semua diskusi dan hipotesis tentang Bermuda segitiga. Sekali lagi pada tahun 1962, Allan W. Eckert menulis tentang beberapa dialog yang menarik dari Flight-19 di salah satu majalah Amerika. Artikel sensasional Misteri Patroli Kehilangan menjadi sangat populer. Ia menyebutkan laporan dari Flight-19 menyatakan laut yang terlihat aneh, semua kompas yang akan rusak, dan bahwa mereka tidak bisa melihat setiap arah dan sebagainya (Hostutler et al., 2002)

            Nama "Segitiga Bermuda" umumnya dikaitkan dengan penulis Vincent H. Gaddis yang pertama kali menggunakannya dalam sebuah artikel tahun 1964 ia menulis untuk majalah Argosy. Gaddis wrote Horizons buku Invisible di 1965 yang lebih membantu menyebarkan konsep dari Segitiga Bermuda. Pada tahun 1969, John Spencer menyatakan bahwa daerah tersebut tidak memiliki bentuk nyata dan berusaha untuk mencantumkan Teluk Meksiko serta New Jersey sebagai bagian dari daerah tersebut. Hal dijual dalam jumlah terbatas, tetapi kemudian direproduksi dalam paperback pada awal tahun 1970 dan berhasil. Puluhan artikel majalah dan surat kabar keluar di 70-an awal, masing-masing penulis menawarkan bentuk dan teori untuk daerah tersebut. Richard Winer mengusulkan nama Segitiga Setan dan diperpanjang daerah tersebut hampir ke Azores dekat Portugal. Tapi Charles Berlitz pada tahun 1974, yang diproduksi sepanjang masa penjual terbaik di dunia disebut, Segitiga Bermuda. Namun, dia juga memperingatkan bahwa tidak ada bentuk nyata dari Segitiga Bermuda (Malkus et al., 2009).

                                                           

DAFTAR PUSTAKA

(Hostutler et al., 2002; Malkus et al., 2009; Medan, Yang, Sekali, & Segitiga, 1917; Party, 1977; Shevell, 2004)Hostutler, D. a., Li, H., Clouthier, D. J., & Wannous, G. (2002). Exploring the Bermuda triangle of homonuclear diatomic spectroscopy: The electronic spectrum and structure of Ge[sub 2]. The Journal of Chemical Physics, 116(10), 4135. doi:10.1063/1.1431281

Malkus, K. a, Tsika, E., & Ischiropoulos, H. (2009). Oxidative modifications, mitochondrial dysfunction, and impaired protein degradation in Parkinson’s disease: how neurons are lost in the Bermuda triangle. Molecular Neurodegeneration, 4, 24. doi:10.1186/1750-1326-4-24

Medan, P., Yang, M., Sekali, B., & Segitiga, P. (1917). ~ Pengaruh Medan Magnet Yang Besar Sekali Pada Segitiga Bermuda, 1–3.

Party, S. (1977). PALEOMAGNETISM AND SOME MAGNETIC PROPERTIES OF BASALTS FROM THE BERMUDA TRIANGLE Shaul Levi , School of Oceanography , Oregon State University ,

Shevell, M. I. (2004). The “Bermuda triangle” of neonatal neurology: cerebral palsy, neonatal encephalopathy, and intrapartum asphyxia. Seminars in Pediatric Neurology, 11(1), 24–30. doi:10.1016/j.spen.2004.01.005